this is my BLOG

Welcome to My World
My Blog My Rule

Friday, July 25, 2014

I am Not a Songwriter Anymore - Terima Kasih

Berbeda dengan karya sebelumnya yang berjudul mindless yang lagu2nya tentang jatuh cinta "sendirian" karena kala itu juga saya lagi tenggelam dalam suasana penolakan hehe , "Terima Kasih" berisi lagu lagu tentang bahagia yang saya dapatkan satu tahun terakhir ini, sebenarnya ada seseorang yang menginspirasikan saya menulis lagu lagu dalam karya ini, seseorang yang berhasil membuka mata saya, pokoknya seseorang yang berarti lah yaa...

"Terima Kasih" berisi 6 track, semuanya saya rekam via Android Sony X Go, 5 track diantaranya saya nulis sendiri liriknya dan satu lagu nya adalah cover dari Chase Coy, 

I am Not a Songwriter Anymore "Terima Kasih"
1. Intro
2. Untuk Kita Yang Tertulis Disini
3. A Girl From Pluto
4. Ranum
5. December (Chase Coy Cover)
6. Terima Kasih (Outro) 



anda bisa men-downloadnya di sini --> "Terima Kasih"

Thursday, July 24, 2014

Untuk Kita Yang Tertulis Disini

Pukul satu lewat delapan
di pagi buta yang penuh harapan
terjaga dan terpaku
membisu menatap waktu

seseorang yang memikirkan seseorang
seseorang yang hanya diam
tenggelam dalam khayalan

sesekali bertemu mengisi rindu
sesekali bicara mengisi kosongnya waktu
saat mereka tak tau apa apa
tentang kita yang tertulis disini

hanya anda dan saya
bertanya pada rahasia
hanya bisa bertanya

saat nyaman menjadi alasan
didalam debaran yang selalu menekan
terkadang hanya mengharapkan senyuman
walau selalu mencoba melupakan

untuk kita yang tertulis disini
kita yang tak bisa apa apa
bertanya "Semua ini untuk apa?"

Tapi

Percaya waktu kan membawa semua
indah pada waktunya
ini semua rencananya
untuk kita :)

Tuesday, July 8, 2014

Tidak Mudah

Tidak mudah untuk Tidak memilih Jokowi
Tidak mudah untuk Tidak memilih beliau yang punya sejuta puji
Tidak mudah untuk Tidak memilih beliau yang punya segudang prestasi
Tidak mudah untuk Tidak memilih beliau yang mengusung visi dan misi Revolusi

sebaliknya...

Tidak mudah untuk bertahan pada caci yang mengundang emosi
Tidak mudah untuk tidak sama dengan orang yang menjadi inspirasi
Tidak mudah untuk menahan ajakan yang terkadang menggoda hati
Tidak mudah untuk berdiri dengan hati dan suara sendiri

sesulit itu kah menentukan hati ?
sesulit itukan memberi suara dan kepercayaan ini ?

Untuk memilih yang SATU ini
Bukan hanya mata dan telinga tapi juga hati
Banyak hal yang harus dimengerti
Bukan hanya media massa dan televisi

walaupun begitu...

Siapapun yang menang nanti
Dukungan ini akan selalu sepenuh hati untuk presiden ku nanti

Semoga damai selalu menyertai
Sampai berjumpa di sembilan Juli

Selamat berpesta Demokrasi :)




Saturday, July 5, 2014

Saya Memilih

Pemilu 2014, pemilu pertama bagi saya, untuk pertama kalinya saya akan memilih Presiden untuk negara ini, tentu saja saya sangat sangat excited dengan ini. saya benar2 ingin tahu siapa yang bakal bertarung untuk kedudukan presiden 2014 ini.   

setelah pemilu legislatif, hasil dari pemilu itu memunculkan dua nama Capres dan Cawapres , mereka adalah nomor urut 1 Prabowo Subianto / Hatta Rajasa atau Prabowo Hatta, dan nomor urut 2 Joko Widodo / Jusuf Kalla atau Jokowi JK. 



pertama mendengar kedua nama itu, yang ada di benak saya adalah, ohh Jokowi akhirnya maju juga, dan lawannya adalah Prabowo, ketebak ya kalo gini siapa yang menang. jauh sebelum visi dan misi mereka diperkenalkan saya benar2 berfikir kalo Joko Widodo yang kini sedang naik daun akan mudah memenangkan Pemilu Presiden tahun ini. Joko Widodo dengan apa yang dilakukannya untuk Jakarta dan Solo, jago blusukan pula, benar2 Capres impian masyarakat Indonesia. saya seperti melihat harapan pada beliau ini, sosok pemimpin yang keren dengan baju kotak2nya.




"bagaimana dengan Prabowo ?" Saya adalah pengaggum sosok Prabowo Subianto dari jaman SMA, dari jaman dia bikin iklan "Indonesia bisa jadi macan Asia, di tv2 swasta, "wuihh Indonesia jadi macan Asia, keren juga yakk" iya keren, dan sekarang beliau mencalonkan untuk jadi Presiden. seorang teman bertanya kepada saya "dit kamu pilih siapa pemilu kali ini ? pasti Prabowo kan" . bukannya menjawab iya dengan tegas, tapi malah saya menjawab tidak tahu. kala itu jujur saya ragu dengan saya harus memilih siapa pada Pilpres kali ini, entahlah, Prabowo dengan isu pelanggaran HAMnya adalah yang membuat saya ragu untuk memilih beliau.

Akhirnya visi dan misi masing2 capres dan cawapres diumumkan, dua2nya sama2 keren, sama2 untuk Indonesia yang jauh lebih baik. Prabowo dengan ke tegasannya dalam memimpin yang dimirip-miripkan dengan bung Karno, ditambah lagi memilih cawapres seorang Hatta Rajasa, mungkin biar mirip sama Soekarno Hatta, itulah Prabowo Hatta, keren yakk.  Jokowi dengan "Rakyat adalah kita, kita bekerja untuk Rakyat" serta dengan program revolusi mental nya  dan itu juga sangat keren.

Tapi seiring dengan diumumkannya visi dan misi tersebut, Black Campaign dan Negative Campaign juga mulai mencuat di permukaan, terutama Black/negative Campaign tentang Joko Widodo, mulai dari artikel2 negatif tentang beliau, sampai majalah "Obor Rakyat" yang menyebar di berbagai tempat, terutama tempat2 yang berbasis islam. tapi Bodoh saja menurut saya kalau langsung percaya dengan isu2 yang mengembang lewat Black/ Negative Campaign. sangat bodoh.

Prabowo juga bukannya tidak kena Black/ Negative Campaign, isu pelanggaran HAM sudah menjadi isu yang selalu menjadi kelemahan Prabowo, bukan hanya itu, surat pemecatan beliau dan keluarga2 aktifis yang "hilang" pada kerusuhan 98 mulai bermunculan menjelang Pilpres 2014 ini. sama saya juga tidak begitu yakin dengan kebenaran isu ini. apa yang saya lihat ini seperti mereka bukan menunjukkan sisi positif dari masing2 capres, tapi mereka lebih menunjukkan siapa yang lebih buruk, gak keren yakk. 

2 bulan semenjak Pemilu Legislatif, saya masih tidak tau mau pilih siapa, kala itu saya tidak sengaja membaca dua kosa kata yang di tonjolkan oleh pasangan Prabowo Hatta, adalah "Selamatkan Indonesia", kata2 yang membuat saya berfikir sekaligus berspekulasi, "Selamatkan Indonesia" kata2 itu seperti menunjukkan makna bahwa Indonesia dalam bahaya. benar2 menarik, benar2 menarik !! sungguh kata2 itu membuat saya sangat ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan negara ini. saya mulai mencari tau lewat artikel2, buku dan juga lewat obrolan2 dengan beberapa orang. apa yang saya dapat ?? "what the hell!!" sebuah konspirasi besar2an sedang terjadi di negara kita, bukan hanya baru2 ini, tetapi sudah terjadi dari kita dijajah oleh Belanda. tentu saja saya tidak langsung percaya, tetapi apabila semua itu benar, tentu saja ini sangat2 mengerikan, semua tidak seperti "kulitnya", semua sudah by design, konspirasi yang benar2 besar, pelik dan mengerikan. tapi kembali lagi itu belum tentu benar, yang ada di benak saya adalah "edan yaa, bagaimana kalau semua itu benar?" . sangat ragu, tapi itulah :) 

akhirnya saya sampai pada pola pikir ini
"saya tidak yakin kalau Prabowo itu buruk, tapi saya juga tidak yakin kalau Jokowi itu baik"

Tentu saja semua informasi yang saya dapat tadi, belum membuat saya yakin mau pilih yang mana, semua seperti samar, tidak jelas, dalam bayangan saya yang akan terjadi nantinya menjadi semakin pelik dan mengerikan. akhirnya saya memilih untuk berfikir positf saja, untuk memilih kali ini saya ingin kembali membaca vis dan misi masing2 pasangan dan apa senjata masing pasangan.

Prabowo Hatta yang ingin membuat Indonesia menjadi macan Asia, tidak dikendalikan oleh bangsa asing , Indonesia bisa tanpa harus bergantung pada negara lain, keren. Jokowi JK dengan Revolusi mentalnya, Rakyat adalah kita, Rakyat adalah yang utama, semua untuk rakyat, itu juga keren. singkatnya seperti ini

nomor urut satu Prabowo Hatta --> bekerja untuk negara
nomor urut dua Jokowi JK --> bekerja untuk rakyat

saya mempunyai ketakutan2 yang mengerikan untuk kedua pasangan ini, kalau prabowo "bagaimana jika kita akan kembali lagi seperti jaman pak harto, Orde baru jilid 2? mengerikan bukan ?" kalau Jokowi "bagaimana kalau dia benar hanya menjadi boneka dari bangsa asing? tidak ada yang salah dengan Jokowi, tapi bagaimana dengan orang yang ada dibelakangnya? kepentingn2 orang dibelakangnya sangat berbahaya, setegas-tegasnya Jokowi, dia harus patuh aturan lama yang salah, dia harus ingat siapa yang mengangkatnya, luar biasa bahaya bukan ?". itulah ketakutan2 yang mencuat di benak saya, tapi kembali lagi bahwa saya ingin berfikiran positif, saya berkesimpulan seperti ini

Prabowo Hatta : beliau akan bekerja untuk ketahanan negara ini, Indonesia pasti bisa untuk menjadi negara yang disegani di dunia, inilah saatnya kita bangkit dari keterpurukan, kita adalah negara dengan sumber daya terkaya di dunia, Indonesia Bisa!!

Jokowi JK : beliau akan bekerja untuk rakyat, kesejahteraan rakyat adalah yang utama, beliau memperkenalkan kita kepada Revolusi mental, yang hasilnya rakyat bisa mandiri dengan dirinya sendiri, yang bisa menyelamatkan dirinya (rakyat) adalah dirinya sendiri "

Keren yakk. keren sekali malahan, khusus untuk Jokowi, benar2 ideologi yang keren dan cerdas.

Tapi itu lah dengan apa yang sudah saya baca tentang visi dan misi masing2 capres, saya tahu apa yang saya inginkan untuk Indonesia, sebagai penumpang, saya tidak ingin kapal ini nantinya tenggelam walaupun akhirnya penumpang lain bisa menyelamatkan dirinya "masing2". ini negara hebat saya yakin itu. saya terlalu mencintai negara dimana saya hidup dan dimana saya bermimpi, dengan penuh pertimbangan dan keyakinan saya mempercayakan suara saya untuk negarawan yang bekerja untuk negara yaitu pasangan capres cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa untuk menjadi nahkoda kapal ini selanjutnya.    


   
9 juli semakin dekat sodara sodara
"ada apa dengan 9 juli?"

9 Juli adalah tanggal dimana akan ada Pesta Demokrasi untuk Indonesia,  atau yang lebih sering disebut Pemilu atau pemilihan Umum. tanggal itu adalah dimana seluruh rakyat Indonesia yang sudah punya KTP tentunya akan memilih Presiden dan wakil presidennya. 

Saatnya kita memilih, saatnya kita memberikan suara kita untuk negara ini, suara yang benar2 dari pengamatan bukan ikut ikutan, ingat Golput bukan pilihan!! selamat berpesta demokrasi, selamat memilih  :) 

Wednesday, July 2, 2014

Indonesia Ibarat Kapal Tua

Indonesia Ibarat Kapal Tua
Oleh : @Abdurarsyad

Jaya Indonesia. Sebagai anak nelayan dari lamakera

saya melihat Indonesia itu seperti kapal tua yang berlayar tak tau arah.
Arahnya ada, hanya nahkoda kita yang tidak bisa membaca.
Mungkin dia bisa membaca, tapi tertutup hasrat membabi buta. 
Hasrat hidupi keluarga, saudara, kolega dan mungkin istri muda.

Indonesia itu memang seperti kapal tua, 

dengan penumpang berbagai rupa. 
Ada dari Sumatera, Jawa, Madura, Sumbawa hingga Papua bersatu dalam Nusantara. 

6 kali sudah kita ganti nahkoda tetapi masih jauh dari kata sejahtera. 

Dari dulu teriakan kata merdeka, sampai sekarang "folback dong kaka".

Nahkoda pertama, 

sang proklamator bersama Hatta.Membangun dengan semangat Pancasila dan terkenal di kalangan wanita. Ia pernah berkata mampu goncangkan dunia dengan 10 pemuda, tapi itu kan kurang 1 untuk tim sepakbola?.Kalo begini baru kapan kita ikut piala dunia?

Nahkoda kedua, 

32 tahun berkuasa datang dengan program bernama "Pelita". Bapak pembangunan bagi mereka, bagi saya tidak ada bedanya, tidak ada!. Penumpang bersuara berakhir di penjara atau hilang di lautan tanpa berita. Beda dengan Dodit Mulyanto yang hanya bermodal biola saja terkenal di Indonesia.

Nahkoda ketiga, 

sang wakil yang naik tahta, mewarisi pecah belahnya masa orba. Belum sempat menjelajah samudera, Ia terhenti di tahun pertama. Dibanggakan di Eropa, dipermainkan di Indonesia. Jerman dapat ilmunya, kita dapat apa? Antrian panjang nonton filmnya. 

Nahkoda selanjutnya, 

sang Kyai dengan hati terbuka. Ia terhenti dalam sidang istimewa ketika tokoh-tokoh reformasi berebut istana. "Potong bebek saja.. gitu aja kok repot" kata Gus Dur featuring Ursula. 

Nahkoda kelima, 

nahkoda pertama seorang wanita.Dari tangan ibunya, bendera pusaka tercipta. Kata bapaknya "Berikan aku 10 pemuda" tapi apa daya itu diluar kemampuan ibu beranak tiga. Kalo mau 10 pemuda? Ambil saja dari follower-nya Raditya Dika. Cemuguudd eaaa kakaaa

Nahkoda keenam . 

2 pemilu ungguli perolehan suara. 2 kali di sumpah atas nama garuda tapi itu hanya awal cerita.Cerita panjangnya terpampang di banyak media, Lapindo, Munir, Century, Hambalang, kami menolak lupa !! Kini, ia telah hadir di sosial media, mungkin dengan maksud mengalahkan Raditya Dika. Setelah 4 album yang entah seperti apa, mungkin akan membuat film "Malam Minggu Istana". 

Teman-teman, kini 2014 telah tiba, saatnya kita kembali memilih nahkoda.Pastikan dia yang mengerti Bhineka Tunggal Ika bukan BONEKA MILIK AMERIKA!!.Dia yang mengerti suara kita, suara kalau Indonesia bisa! bukan suara "aitakatta", "eaa eaa" atau "folback dong kaka". 

Inilah cerita kapal tua kita, ada yang tidak percaya? Sudah, kalian percaya saja (: