this is my BLOG

Welcome to My World
My Blog My Rule

Tuesday, October 20, 2015

By Now

By now you should know
When she plants love in your chest
It's best to let it go

Before it grows

Like a weed in the garden of your soul
Let it go
Let it go
Let it go

By now you should've realized
When you feel that burning in your chest
It's best to let it die
Because it spreads like a fire

Until there's nothing left but ashes and this emptiness inside

And that's why I let it die
Yeah, that's why I let it die

I let it die

Monday, July 20, 2015

Change !!


Dear Pecundang
masih ingat 8 bulan yang lalu saat kamu memutuskan untuk melakukan suatu perubahan dalam hidupmu ?

masih ingat kah bagaimana kamu sangat membenci dirimu yang saat itu ?
masih ingat kah bagaimana kamu melihat bayanganmu sendiri dicermin kala itu ?
bagaimana kamu sudah muak dengan segala hal yang sudah terjadi padamu 22 tahun kamu menghirup udara ?

ingin terus seperti itu ?
terus diperlakukan seperti itu ?
terus mendapat tatapan remeh dari semua orang ?
terus menjadi bahan tertawa'an setiap orang ?
terus let it be and let it be ?
terus mendapat "white lies" ?

dirimu yang saat itu
bernyali kecil dan berbadan besar. menyedihkan
tertunduk pada setiap cemo'ohan, menyedihkan

iya ini sudah 8 bulan yang lalu, dan kamu yg sekarang, belum berubah banyak, masih seorang pecundang

but is too late to quit bero

loss 26 kg in 8 month ? it's not good enough !! perjalanan masih belum setengahnya !!

look at yourself in the mirror once again. that's right you still a loser !!

usaha dan tekadmu belum cukup kuat bro, tapi lihat bagaimana mereka yg cukup lama tidak melihat mu, bagaimana reaksi mereka, menyenangkan bukan ?

padahal belum setengahnya lho,

so, tulisan ini hanya untuk reminder setiap kali kamu ingin menyerah, kamu bisa menghapusnya, tapi mau menjadi seorang pecundang besar sekali lagi ? tentu tidak :)

dan juga

apa yang sudah kamu lakukan sekarang belum ada hebat2 nya, karya2 mu masih jelek, mereka yg menilai hanya tidak enak hati untuk menghina karya mu secara langsung. jangan anggap mereka terkesan dengan apa yang sudah kau lakukan, mereka hanya tidak enak menghina. kamu bukannya tidak bersyukur, but u have to do more, more and more. ingat belum setengah jalan :)

terakhir, setiap kali kamu ingin menyerah bacalah tulisan ini :)
bye





Monday, June 29, 2015

I hate the selfie, but i did it







dalam hidup terkadang kamu juga perlu melakukan hal2 yang kamu benci, hal2 yang tidak kamu senangi, hal2 yang terlihat tidak mudah, hal2 yang membuatmu keluar dari zona nyaman mu, terkadang kamu perlu itu :)



Tuesday, June 16, 2015

Dengan Rindu, Terima Kasih

Bau obat-obatan begitu menyengat menusuk hidung, hanya duduk dan terdiam melihat seluruh keluarga saya berkumpul di tempat yang sama malam itu, waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WITA.

RS. Ratu Zalecha Martapura

saya beranjak dan memasuki ruangan itu kembali, sudah tak terhitung berapa kali saya keluar masuk ruangan itu, memperhatikan seorang pria yang terbaring lemah tapi entah kenapa wajahnya begitu damai, seketika terdengar nama yang diucapkan pelan dari mulut beliau "dit, sini pang urut akan batis pang, asa kada berasa nah (senyum)", segera saya menghampiri beliau, padahal tanpa beliau minta pun saya sudah berulang kali memijit kaki beliau ketika beliau terlelap. teringat kembali memori2 masa silam, ketika saya hanya seorang anak kecil tak berdaya yang terjatuh karena kebodohan sendiri, beliau dengan lembut memijiti kaki ini yang padahal terasa tidak sakit, tapi anak bodoh ini menangis sekeras-kerasnya karena perasaan malu diri yang tak tertahan.

tangan ini terus memijit beliau dengan hati-hati, hati yang terasa sangat lirih saat tangan ini menyentuh dan memijit kaki beliau yang begitu lemah, otot betis beliau yang seakan tak bisa lagi berkontraksi dengan baik, entah kenapa saya ingin terus begini memijiti beliau sampai hari berganti selanjutnya, dan selanjutnya.

tersadar malam sudah berganti pagi

RS. Ratu Zalecha Martapura, 01.15 WITA

"ulun bulik dulu lah, esok bulik PPL langsung ke sini pulang (senyum)" ucap saya, kemudian beliau menatap dan berujar "rami banar nak ai "disana" , pian harus "kesana" , kena kita mun ada rajaki pulang insya allah, kesanaan sekeluargaan" "inggih amiin (senyum)" . cerita bagaimana bahagianya beliau selepas kembali dari tanah suci selalu menjadi topik pembicaraan favorit beliau ketika beliau tersadar dari lelap, beliau yang sangat ingin kembali lagi kesana membawa segenap keluarganya, dan membawa mereka merasakan kebahagian yang beliau rasakan. berat rasanya menggerakkan kaki keluar dari ruangan itu, saya pun menghampiri seorang wanita yang berqada dekat pintu keluar ruangan itu, "ulun bulik dulu lah, isuk kesini lagi habis PPL" "inggih, begimit aja lah dijalan" ucap wanita itu. saya pun kembali ke kontrakkan saya yang berjarak 35 Km dari Rumah Sakit itu.

sesampainya di sana, saya terbaring dan menatap hampa sejenak tanpa tersadar terlelap dengan pakaian yang masih sama persis dengan yang saya gunakan di rumah sakit itu.

Banjarmasin, Jl. Malkon Temon, 03.30 WITA
terbangun dari lelap oleh suara telepon genggam yang terasa begitu mngusik lelah, dengan mata setengah terbuka tapi hati yang terasa lirih entah mengapa, memperhatikan layar yang menyala dari telepon genggam, terbaca

"19 panggilan tak terjawab"
"4 pesan singkat"

jantung berdetak tak karuan seketika, bergetar saya membuka 4 pesan singkat yang belum terbaca, hingga terbaca

"nak ke banjarbaru lah, papah sudah kadeda, tenang pian dulu, begimit aja dijalan"

tangan ini bergerak cepat melakukan panggilan kembali ke nomor orang yang ada dirumah sakit itu, berharap ini hanya mimpi dan bukan kebenaran.

"halo assalamualaikum, kada bujuran kalo nih??" anak bodoh ini bertanya dan percaya kalau ini tidak benar.
"kesini ja pian, begimit aja dijalan"

tak sadar ada air yang terasa menetes dari mata ini dengan derasnya, mengaggu pandangan ini, sesegera mungkin saya mengambil sepeda motor dan memacunya ke tempat itu.

berteriak dan beteriak saat mata ini tak henti2nya mengeluarkan air yang terus mengaggu pandangan, di jalanan yang begitu sunyi hanya ada mobil2 pengangkut yang dapat terhitung jumlahnya mengiringi saya memacu motor ini.

tiba disana, jantung saya yang sebelumnya sudah berdetak dengan baik kembali mamacu, semakin dekat dengan ruangan itu, semakin dekat semakin memacu, hingga terlihat 2 saudara perempuan saya yang berdiri dengan mata yang sedikit merah, anak bodoh ini sadar kjembali kalau ini semua benar, saya menghampiri mereka, memeluk saya dengan hangat, hangat sekali hingga membunuh sejuknya pagi, lagi saya menangis, terisak isak, anak bodoh ini menagis terisak-isak. terdengar suara pelan dari telinga saya

"pian masuk kesana, tapi jangan menangis, pokoknya jangan menangis, kasian papah,habis tu kawani papah di ambulan sampai ke kandangan, kada boleh menangis, kada boleh, ading mba kada boleh menagis pokoknya, kasian papah"
saya mengiyakan terisak-isak.

Sedih ini seketika hilang setelah saya semakin dekat dengan wajah beliau, wajah itu seakan tersenyum damai, tidak , beliau benar-benar tersenyum, benar-benar damai, benar-benar tenang, tidak ada satu orangpun dalam ruangan itu yang menangis meraung-raung, semuanya terharu merelakan, iya merelakan,  memori masa silam kembali teringat di kepala, beliau selalu mengatakan kepada saya setiap kali saya kehilangan apapun itu

“nak mun hilang tu berarti kada rajakinya, habis sudah jodohnya”
“nak sudah jangan tapi ditangisi, relakan, ikhlaskan”

Mungkin bukan hanya saya yang sering di petuahi beliau seperti itu, mungkin setiap orang yang ada diruangan ini juga pernah mendapat petuah seperti itu.
Mengiring langkah ini bersama dengan ranjang beroda itu, menuju sebuah mobil ambulan yang bersiap mengantar tubuh beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Mata ini tak dapat menahan air yang ingin mengalir walau ditahan sekuat tenaga, coba mengadahkan kepala agar tak menetes.
Sesaat sebelum mobil ambulan memacu, saya sempatkan mengambil telepon genggam yang hanya menyisakan daya sedikit, untuk mengabari satu2 nya teman satu jurusan yang juga PPL di tempat saya PPL.

“sa, aku hari ini kada masuk, abahku “bulik” subuh tadi, mohon doanya haja lah J

Dan juga menyempatkan untuk memberi kabar di media sosial, sekedar untuk minta doa agar jalan beliau semakin dimudahkan.

Kandangan, 07.00 WITA

Sesampainya disana, semuanya telah bersiap, menyambut kedatangan sekaligus bersiap merelakan. Bendera hijau, tenda, kursi plastik yang tersusun rapi di halaman rumah, warga sekitar rumah, kerabat2, keluarga sudah datang,iya semuanya telah bersiap untuk merelakan.
Melangkahkan kaki ini turun dari mobil ambulan, orang2 seakan bergantian menepuk pundak saya, berisyarat bahwa saya saya harus sabar dan merelakan. Terimakasih J
Semakin menjelang siang semakin banyak yang datang, maaf saya tak sempat menghampiri mereka satu persatu, sempat menoleh sejenak di bahu jalan, terlihat mobil2 sudah parkir memadati sepanjang jalan, begitu banyak, iya banyak sekali, dalam hati berujar siapa beliau, hanya seorang yang berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia yang lebih dikenal sebagai guru olahraga. seiring berbagi cerita dengan orang2 yang datang, semakin tersadar bahwa banyak sekali kebaikan yang telah beliau lakukan selama hidupya, banyak sekali senyum yang beliau ciptakan untuk orang2 disekitarnya. Tercipta pertanyaan, “apakah nanti bila saya kembali, akan banyak orang yang datang seperti ini ?, apakah nanti bila saya kembali akan banyak orang yang menceritakan kebaikan saya seperti ini ? apakah nanti bila saya kembali, semuanya akan merelakan dan mengikhlaskan seperti ini ?” hanya pertanyaan yang jawabannya akan saya tau suatu saat nanti.

Kandangan 12.30 WITA

Semuanya telah bersiap mengantar beliau ke tempat tidur terakhir dan ternyaman. Mengiring beliau dengan doa sepenuh hati. Prosesi yang dilakukan seperti biasa, sampai tempat tidur ternyaman itu tertutup rapat, semuanya mengikhlaskan, semuanya merelakan, tepukan dipundak saya yang mengisyaratkan untuk sabar dan merelakan (lagi).

Orang2 datang tak henti2 dalam 3 hari setelah hari itu, 3 hari yang selalu diisi dengan berdoa dan berbagi cerita. Cerita yang sering terulang-ulang namun tetap mengasyikkan. Entah bagaimana bahagianya beliau sekarang melihat orang2 terdekatnya berkumpul di satu tempat, bersilaturmi, sesekali tersenyum, walau tawa lepas belum terdengar.

Sekarang

Kala sendiri benar sekali hati ini lirih, hati ini rindu, sesal yang tak kunjung reda, mengapa secepat ini, belum sempat membanggakan beliau sepenuhnya. Yang tersisa hingga kini hanyalah kerinduan, kerinduan yang mendalam, sangat dalam.

Tapi sekali lagi petuah2 beliau yang tidak membiarkan diri ini terpuruk.

Mungkin ini lah saatnya, saatnya memulai hidup, saatnya menciptakan kebaikan, saatnya menciptakan senyuman, menggantikan beliau dalam hidup yang tak tau akan berhenti kapan.

Terakhir,  beliau telah berhasil menjadi manusia yang sukses, menjadi manusia yang meninggalkan banyak hal untuk kehidupan, banyak hal untuk di lanjutkan, terima kasih banyak, dengan rindu yang tak akan pernah reda dan tak ada pernah obatnya ini, saya ucapkan


Terima Kasih Pah *senyum lebar*




A Talent with no Talent

opooo kabaareee blog...
akhirnyaaa...
finally....

rasa malas buat nulis bisa diatasi :D

okay udah lama gak mampir, dan ini udah jam 23.30 WITA, entah kenapa pengen nulis, mungkin ujar urang tu marga karajinan kah leh atawa kadida gawian kah ? hha

hari ini mau nulis dikit doang, tentang apa yang udah saya lakuin hari ini, okay dari awal ye...

tadi malam ketika saya sedang asyik bertamu ke rumah seorang teman, tiba2 hp doi(teman saya) bunyi, dan pembicaraan telpon itu terdengar menyebutkan nama saya, lha kok bisa, ternyata itu telpon dari seorang temannya teman saya yang kepingin ngajak saya untuk terlibat dalam karya mereka, kebetulan banget yang sekarang lagi nulis ini ada ditempat, what a coincidence man !!

singkat cerita, dan si yang punya ide karya tsb pun berniat untuk ngobrol langsung sama saya, okelah kita pun akhirnya bertemu dan ngobrolin project ini bareng2, project apakah itu ? ini adalah sebuah project film pendek yang bakal di submit ke Indonesia Short Film Festival, dan pesaingnya akan datang dari seluruh penjuru Negara Indonesia. mendengar hal itu saya langsung oke'in aja, berkesempatan untuk berkarya yang seperti ini ya jarang2 soalnya. satu hal yang terus menjadi pertanyaan di benak saya, saya ditawarin untuk jadi talent, atau salah satu pemain dalam project, "what the ?? me ?? opo ora salah cuk ??" padahal masih sangat banyak talent yang bisa banget direkrut untuk film mereka di kota ini, gak jauh2 temen2 satu band juga jauh lebih bagus dalam memainkan peran daripada saya. jadi ada semacam beban tersendiri karna udah dipercaya gini, tapi ya udahlah ya, pertimbangannya adalah saya akan dapat pengalaman ditambah lagi akan sangat banyak pelajaran yang didapat dalam pembuatan sebuah karya gambar bergerak dengan ikutnya saya di project ini. mereka sih sempet ngasih alasan kenapa milih saya, katanya sering ngeliat akun instagram saya dan juga channel youtube saya, okelah kalo gitu terimakasih saya haturkan untuk youtube dan instagram, kalian media sosial paling keren, manteb. pembicaraan pun akhirnya sampai ke bagaimana sistem kerjanya, mulai dari script sampai waktu dan lokasi syuting. 

dan perjuangan pun dimulai

Kandangan, 09.00 WITA
lokasi kali ini bertempat di lapangan lambung mangkurat dan ini screenshootnya


syting berlangsung hingga siang, dan berlangsung lancar, cuman ada ke moloran waktu seperti "biasa" hha, sebenernya ada satu tempat lagi yaitu di belakang kantor *lupa namanya*, yaitulah pokoknya :D

Bundaran Ketupat Kandangan (entahlah, nama sebenarnya atau bukan, tapi kita2 orang lokal sering nyebutnya gitu) 16.30 WITA 

setelah break siang kita lanjut lagi, dan ini hasil kudakannya


  proses syitung berlangsung hingga senja benar2 menjelang

Rumah Seorang Teman *lupa namanya* 19.00 WITA

semua udah pada kehabisan energi, para crew dan talent juga udah pada ngeluh dan berubah "bentuk" dikarenakan lapar yang menyeruak, tapi karna proses syuting ini kepingin deselesain dalam satu hari, ditambah lagi deadline juga udah deket banget, yaudeh dihajar terus aje. dan ini hasil gambar nang dipicik tumbul capturenya nya ulih nang lagi manulis nih.


dan proses syuting berakhir sekitaran jam 22.00 WITA , yoshaaa finally....

yaitulah sedikit cerita tentang apa yang baru aja saya lakuin hari ini :D

"gimana perasaanya maz??"
seneng sih pasti ya, banyak banget yang saya dapat dari pengalaman ini, bagaimana proses syuting itu berlangsung, bagaimana sistem kerja kamera, terus gimana penulisan script yang baik dan benar. ditambah lagi saya kenal teman2 baru yang juga sangat ramah dan sabar dalam menghadapi a talent with no talent kaya saya ini. dapat senyum2 baru lah pokoknya hari ini. menyenangkan :D

tapi dibalik perasaan senang itu semua, banyak banget sebenarnya hal2 yang mengusik pikiran saya dari dulu, disaat saya mutusin untuk keluar dari safe zone yang pernah ngejebak saya bertahun-tahun sebelumnya, iya hal itu contohnya seperti yang bilang saya "ciee yang sekarang artis, ciee yg artis instagram, cie yang artis youtube, cie yang musisi, cie yang terkenal". apaan sih !! risih, risih banget, bukannya gak menghargai dan mensyukuri apa yang udah terjadi dengan saya saat ini, tapi jujur saya gak pede banget dibilang gitu, beneran, konotasinya kaya saya jadi orang yang beda dari yang dulu gitu, padahal tetep sama, masih seorang pecundang yang mencoba untuk menang, seseorang yang lelah tapi berjuang untuk tidak kalah 
saya masih seorang introvert sejati yang paling bahagia pas berada sendiri di dalam kamarnya, mendengarkan lagu2 yang cuma dia dan beberapa temannya yang suka, yang masih mikir panjang kalo mau ngomong sesuatu biar gak bikin org sakit hati, orang yang sering diam dan asyik dengan khyalannya sendiri, orang yang masih malu nunujukkin karyanya ke temen2-nya, yang masih terlalu takut untuk di judge, iya masih sama gak jauh beda.

satu hal lagi

apa yang saya dapat belakangan ini, sama sekali bukan tentang hebat saya, tapi kalian, orang2 yang ada di sekitar saya, yang tiap senyumannya saya nantikan, kalian lah yang sebenernya hebat banget, dan tidak lupa semua ini tentunya berkat sang yang punya hidup, Allah SWT :)

bedanya, sekarang saya adalah  orang yang ingin memanfaatkan kesempatan yang dikasih oleh sang punya hidup, melakukan sesuatu selagi waktu masih ada, meninggalkan sesuatu untuk di ingat, saya cuma ingin jadi orang itu :')

dan juga jangan pernah sungkan untuk mengingatkan atau bahkan mencaci saya, apabila saya sudah jauh dari harapan kalian, sudah dibutakan oleh obsesi yang membius jiwa, jangan sungkan :')

terimakasih banyak :') 




udah yeee hahahah, baper banget ahahha

ohh iya, beberapa hari lagi  kita bakalan memasuki bulan ramadhan kan yak, nah saya sekalian mau minta maaf minta rela karena pasti banyak banget kesalahan saya pada kalian2 semua. maaf yak :)

yaudah segitu dulu, kueseeel awak ku rek.... ahaha, yaudah bye :D 




Saturday, April 25, 2015

Another Conversation with Amank Blog

Amank Blog : ooeeeeeeyyyyyyyy umaaaaa nangapa diulah balum guraaa ????

Ulun : kdd ham, kada mangantuk

Amank Blog : nangapaa mata ikam

Ulun : kanapa ??

Amank Blog : bakas manangis ahhh ikam ?

Ulun : kadidaaaa !!!

Amank Blog : hiiyyy niya jangan bakaramput nah, katahuan banar tahu lah... ahahahaha

Ulun : paray !!! kaya bancir ha manangis, nangapa niya, bajauh gin dah pian !!

Amank Blog : ahahaha, hiyy panangisaaan !! ahahaha tuhaa uy tuhaaa !!! maka manangis ... ahahaha ubuyyyyy

Ulun : mana ada, mauk amank nihh !!! bajauh  kada ??!!

Amank Blog : han sarik kalo, uma ay napa tih, bakisah hulu nah

Ulun : kulir !!!

Amank Blog : kasi nah, kada ci'is nah, tahu sudah

Ulun : pian jua, datang2 manyambati, mamatah banar pulang wahini, salawas bausaha batu akik pina kada ingat lagi lawan kakawanan, sumbung banar, hehh tamb*k !

Amank Blog : uma nginih panyarikan nya, ayuha maap banar nah, kada bamaksud kayaitupang, maap maap maap nah 3 kali biar kaya sapunsur, ahaha, kasi nah bakisah, kada nyaman amank maliat ikam nuha ikam kayaitu

Ulun : jangan lagi lah manyambati, kada ham mank ai nah, galau sadikit haja

Amank Blog : jangan tapi bakaramput ha, kada biasa ku manamui ikam pina kayaini muha, kasi nah

Ulun : hiih mank ai galau banar nah, tapi sudah lega jua pang

Amank Blog : ai kanapa bisa kayaitu ?

Ulun : kayaitupang, apa yang handak ulun sambat lawan si nang maulah galau ni, sudah ulun sambatakan barataan.

Amank Blog : lawan nang mana ? nang itu kah

Ulun : hiih

Amank Blog : umaa ikam nang kukira hudah mupon

Ulun : hudah jua ai, tapi samalam asa tamundur sadikit

Amank Blog : han kaloooooo, jaku napa, kadada paidahnya maingatakan si anu tuh

Ulun : inggih tahu ai ulun, nyaman ai manyambat !! tapi kayapa am ?

Amank Blog : hiih pang ngaran hati ni lah kada kawa dipadahi ya kalo ? mbah tu pang kayapa tihh ??

Ulun : sudah ai, kdd nang diharap lagi :'(

Amank Blog : napang tih

Ulun : kayapa lah ?? yasudah ai kayaitunah,

Amank Blog : mbah tu pang rencana kam selanjutnya apa

Ulun : malam ini terakhir mehubungi inya, sudah ai, jalani yang ada ni ai, terus berusaha membuat senyuman di banyak tempat, yoshhhh

Amank Blog : nahh mantap tuu, kaituuu ngarannya kawan Amank, toss hulu nah !!! ayuha parasaku kam cagaran kada taguring jua pang, paham haja pang aku, nikmati ai, jarang2 kam galau masalahnya, jadi asa langka moment kayaini, selfie hulu nah, nyaman ku uplud di instagram pakai hashtag with sanak nang lagi ge-a-el-a-u ahahaha

Ulun : han kalooo, sawat haja bagayaa, ubuyy ai puruuuun

Amank Blog : hann panyarikan banar niti kam, napa tukarakan suptik kah ?? ahaha

Ulun : mahulut banar ai !!!

Amank Blog : ehhh ayuha ayuha, selamat menikmati kegaluan imak, amank cabut hulu lah, handak manimbak buntut hulu nah, klo ham rajaki ahahaha

Ulun : ayuha situu, bajauh jauhh haa !!!

Amank Blog : bye bye muaaaahhh, ahahahahaaaaaaa





Friday, April 10, 2015

The Daily Motion

assalamualakum wr. wb.
finally mampir ke sini lagi, iya ini tulisan pertama untuk tahun 2015 ini
wahh udah bulan april ternyata, baru sempet mampir dan bersua lagi dengan halaman ini

ehh amang blog mana leh?? guraa hudah pinanya, napang paliatku amang blog pina rami bausaha batu akik ujah, kada tpi kawa lagi di bawa bacucurhatan haha, ayuha mang ai ulun kada handak mangganggu pian sementara nih hulu, ayuha fokus haja pian lawan apa nang pian gawi :D

oke ini udah jam setengah tiga pagi, mau cerita dikit apa yang udah saya lakukan selama 4 bulan terakhir, pasca lulus kuliah ya lah biasa nganggur untuk beberapa minggu dan mencoba ngelamar pekerjaan di beberapa tempat dan akhirnya dapat kerjaan sebagai guru pengganti di SMAN 3 Kandangan ya guru sementara lah pokoknya sampe guru aslinya selesai cuti ya abis itu nganggur lagi. menyenangkan ? iyaa sangat menyenangkan.

selain itu hari2 di isi dengan bersenang senang dengan teman2 satu band, iya TDM. nah saya mau cerita soal TDM nih disini, band sekaligus keluarga baru saya sejak 1,5 tahun lalu.

dan ini adalah tulisan pertama tentang TDM di Blog ini. TDM baru2 ini baru ganti nama, dulu kan The Dutchman, sekarang kami memutuskan untuk merubahnya sedikit menjadi The Daily Motion tetep aja sih disingkat TDM, karena ada beberapa alasan tentunya.

okehh, cerita dari awal aja lahh hehe.
sebenarnya  pernah main sama personil2 yang ada di TDM ini udah lumayan lama, dulu waktu kuliah pas pulang kampung suka nyempetin waktu untuk ngejam bareng mereka, yaudah ngejam2 gitu aja sih. akhirnya pada suatu malam kebetulan akhir 2013 waktu itu ada acara parade band di Kandangan dan iya pas selesai ngejam bareng mereka, tiba2 mereka ngajak saya untuk ngisi gitar rhytem untuk acara itu, kebetulan waktu itu mereka lagi gila2nya sama lagu dari Captain Jack, dan kebetulan juga saya suka banget sama CJ, yaudah tanpa pikir panjang langsung aja iyesss. yaudah kita latihan2 sedikit dan akhirnya suatu malam 26 Oktober 2013 kita tampil di acara parade band tersebut, panggung pertamanya TDM tuh. malam itu sangat2 menyenangkan kita tampil outsanding banget, gak ada personil yang diam ditempat, semuanya menggila, seru banget pokoknya.

setelah acara itu kita jadi sering ngumpul bareng, terus ngejam, dan waktu terus berjalan. banyak panggung yang udah TDM jajah sejak saat itu, dari format full band sampe akustikan.

ya sebenarnya yang mau saya tulis disini adalah, tentang TDM itu secara personal, TDM menurut saya bukan sekedar band tapi juga keluarga yang benar2 hangat. jujur pas pertama2 gabung dgn mereka saya agak sedikit canggung, kenapa? ya mungkin karena saya memang bukan orang yang mudah bergaul sama orang. tapi entahlah yang saya rasa saat ini adalah TDM adalah tempat terhangat sejauh ini.

saya merasa punya saudara laik2 disini, punya adik perempuan disini, yang emang gak saya punya di keluarga saya yang ada, ya bisa dibilang saya merasa lengkap sejak bersama TDM.

apa yang sudah saya jalani dengan band ini juga bisa dibilang sangat2 diluar ekspektasi, kami yang dulu hanya punya mimpi2 tinggi, dan sangat suka berkhayal, sekarang semuanya seakan menjadi terlihat bisa dicapai, iya bisa, entah kenapa keyakinan itu semakin besar tiap harinya. sejak berjalan bersama mereka, banyak hal baik yang terjadi, seperti saya sekarang banyak ketemu orang2 hebat, banyak mendapat ilmu2 baru tentang apapun itu, sepertinya saya bisa melangkah sejauh jauhnya gitu. ya ada quote gini kan " if you want go fast, do alone, but if you want go far, do together" ya seperti itulah pokoknya.

dibalik semua kesenangan itu ada hal yang sampai saat ini masih sering menghinggapi saya, yaitu minder. iya saya minder, dari semua personil mungkin yang ilmu musiknya paling cetek ya cuma saya. apalagi saat saya harus megang tanggung jawab sebagai lead guitar di band ini rasanya beban banget, untungnya band ini bukan band tapi sebuah keluarga, saya sangat tertolong dengan itu, dan ditambah lagi formasi band ini baru2 ini nambah satu gitaris lagi jadi ya sangat2 membantu.

selain minder, saya mungkin adalah orang yang paling gugupan setiap kali TDM mau manggung, atau bahkan sekedar latihan. keringat saya selalu tak berhenti mengucur kala itu, walaupun saya gak pernah mau nunjukkin kalo saya gugup setengah mati, bahkan ada yang bilang saya orang yang paling pede di TDM, padahal engga sama sekali, saya cuma gak mau kalo pas lagi temen2 pada gelisah dan gugup, saya terihat ikutan gugup, kan malah gak memperbaiki keadaan. ya kalem tapi gugup setengah mati hehe.

dari apa yang sudah TDM capai sejauh ini, banyak hal2 yang mengganggu saya secara personal, salah adalah ketika saya ketemu temen atau entah siapa, mereka sering bilang "wuihh ada nak band, wuihh" atau " wuihh artis ai wahini, minta ttd am" karena secara personal tujuan saya ngelakuin semua ini bukan untuk jadi populer atau ngartis ya, tujuan nya cuma satu, hanya ingin bikin orang2 disekitar saya tersenyum, iya serius. entahlah, saya ngerasa itu kalimat sarkas, risih aja sih, yaudah dibalas dengan terus berkarya dan senyum aja. in the end they will judge me, it is human nature so whatever :)

ohh iya padahal ini lagi dapat tugas untuk ngulik lagu buat besok malam manggung di acara U-Mild Unity, nah lho kok malah asik nulis hha, oke acara ini semacam acara untuk para komunitas motor se kalsel ngumpul, wuihh yaa haha. wuihh banget ni acara sebetulnya, untuk kami khususnya, bukan soal acaranya gede atau enggak, tapi untuk ni acara, kita baru tau kalo bakal main disana 5 jam sebelum tulisan ini dibuat, ditambah lagi kita harus mainin lagu yang sangat jarang kita bawain kalo lagi ngejam, bisa dibilang out of genre dari yang sering kita bawain lah ya, kita bakal main SKA besok malam, yaudah karena dadakan banget jadi kita nyempetin untuk latihan bentar tadi. gak tau gimana hasilnya besok, tapi ya kami bener2 excited, ini tantangan banget gitu. sebenernya hal kayak gini bukan sekali TDM lakukan, semacam suka memacu adrenalin gitu, pernah disuruh main 2 jam buat live akustik, dan bahkan kita gak ada ngekonsep lagu2nya, untunglahn bermodal saling menatap mampu menjadi konsep dadakan di atas panggung, yahh itulah. semoga besok lancar aminn :D

itulah sedkit cerita tentang apa yang saya lakukan 4 bulan terakhir ini dan juga soal TDM. . mau lanjut ngulik dulu, kemudian istirahat, yaudah bye :*