this is my BLOG

Welcome to My World
My Blog My Rule

Monday, June 29, 2015

I hate the selfie, but i did it







dalam hidup terkadang kamu juga perlu melakukan hal2 yang kamu benci, hal2 yang tidak kamu senangi, hal2 yang terlihat tidak mudah, hal2 yang membuatmu keluar dari zona nyaman mu, terkadang kamu perlu itu :)



Tuesday, June 16, 2015

Dengan Rindu, Terima Kasih

Bau obat-obatan begitu menyengat menusuk hidung, hanya duduk dan terdiam melihat seluruh keluarga saya berkumpul di tempat yang sama malam itu, waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WITA.

RS. Ratu Zalecha Martapura

saya beranjak dan memasuki ruangan itu kembali, sudah tak terhitung berapa kali saya keluar masuk ruangan itu, memperhatikan seorang pria yang terbaring lemah tapi entah kenapa wajahnya begitu damai, seketika terdengar nama yang diucapkan pelan dari mulut beliau "dit, sini pang urut akan batis pang, asa kada berasa nah (senyum)", segera saya menghampiri beliau, padahal tanpa beliau minta pun saya sudah berulang kali memijit kaki beliau ketika beliau terlelap. teringat kembali memori2 masa silam, ketika saya hanya seorang anak kecil tak berdaya yang terjatuh karena kebodohan sendiri, beliau dengan lembut memijiti kaki ini yang padahal terasa tidak sakit, tapi anak bodoh ini menangis sekeras-kerasnya karena perasaan malu diri yang tak tertahan.

tangan ini terus memijit beliau dengan hati-hati, hati yang terasa sangat lirih saat tangan ini menyentuh dan memijit kaki beliau yang begitu lemah, otot betis beliau yang seakan tak bisa lagi berkontraksi dengan baik, entah kenapa saya ingin terus begini memijiti beliau sampai hari berganti selanjutnya, dan selanjutnya.

tersadar malam sudah berganti pagi

RS. Ratu Zalecha Martapura, 01.15 WITA

"ulun bulik dulu lah, esok bulik PPL langsung ke sini pulang (senyum)" ucap saya, kemudian beliau menatap dan berujar "rami banar nak ai "disana" , pian harus "kesana" , kena kita mun ada rajaki pulang insya allah, kesanaan sekeluargaan" "inggih amiin (senyum)" . cerita bagaimana bahagianya beliau selepas kembali dari tanah suci selalu menjadi topik pembicaraan favorit beliau ketika beliau tersadar dari lelap, beliau yang sangat ingin kembali lagi kesana membawa segenap keluarganya, dan membawa mereka merasakan kebahagian yang beliau rasakan. berat rasanya menggerakkan kaki keluar dari ruangan itu, saya pun menghampiri seorang wanita yang berqada dekat pintu keluar ruangan itu, "ulun bulik dulu lah, isuk kesini lagi habis PPL" "inggih, begimit aja lah dijalan" ucap wanita itu. saya pun kembali ke kontrakkan saya yang berjarak 35 Km dari Rumah Sakit itu.

sesampainya di sana, saya terbaring dan menatap hampa sejenak tanpa tersadar terlelap dengan pakaian yang masih sama persis dengan yang saya gunakan di rumah sakit itu.

Banjarmasin, Jl. Malkon Temon, 03.30 WITA
terbangun dari lelap oleh suara telepon genggam yang terasa begitu mngusik lelah, dengan mata setengah terbuka tapi hati yang terasa lirih entah mengapa, memperhatikan layar yang menyala dari telepon genggam, terbaca

"19 panggilan tak terjawab"
"4 pesan singkat"

jantung berdetak tak karuan seketika, bergetar saya membuka 4 pesan singkat yang belum terbaca, hingga terbaca

"nak ke banjarbaru lah, papah sudah kadeda, tenang pian dulu, begimit aja dijalan"

tangan ini bergerak cepat melakukan panggilan kembali ke nomor orang yang ada dirumah sakit itu, berharap ini hanya mimpi dan bukan kebenaran.

"halo assalamualaikum, kada bujuran kalo nih??" anak bodoh ini bertanya dan percaya kalau ini tidak benar.
"kesini ja pian, begimit aja dijalan"

tak sadar ada air yang terasa menetes dari mata ini dengan derasnya, mengaggu pandangan ini, sesegera mungkin saya mengambil sepeda motor dan memacunya ke tempat itu.

berteriak dan beteriak saat mata ini tak henti2nya mengeluarkan air yang terus mengaggu pandangan, di jalanan yang begitu sunyi hanya ada mobil2 pengangkut yang dapat terhitung jumlahnya mengiringi saya memacu motor ini.

tiba disana, jantung saya yang sebelumnya sudah berdetak dengan baik kembali mamacu, semakin dekat dengan ruangan itu, semakin dekat semakin memacu, hingga terlihat 2 saudara perempuan saya yang berdiri dengan mata yang sedikit merah, anak bodoh ini sadar kjembali kalau ini semua benar, saya menghampiri mereka, memeluk saya dengan hangat, hangat sekali hingga membunuh sejuknya pagi, lagi saya menangis, terisak isak, anak bodoh ini menagis terisak-isak. terdengar suara pelan dari telinga saya

"pian masuk kesana, tapi jangan menangis, pokoknya jangan menangis, kasian papah,habis tu kawani papah di ambulan sampai ke kandangan, kada boleh menangis, kada boleh, ading mba kada boleh menagis pokoknya, kasian papah"
saya mengiyakan terisak-isak.

Sedih ini seketika hilang setelah saya semakin dekat dengan wajah beliau, wajah itu seakan tersenyum damai, tidak , beliau benar-benar tersenyum, benar-benar damai, benar-benar tenang, tidak ada satu orangpun dalam ruangan itu yang menangis meraung-raung, semuanya terharu merelakan, iya merelakan,  memori masa silam kembali teringat di kepala, beliau selalu mengatakan kepada saya setiap kali saya kehilangan apapun itu

“nak mun hilang tu berarti kada rajakinya, habis sudah jodohnya”
“nak sudah jangan tapi ditangisi, relakan, ikhlaskan”

Mungkin bukan hanya saya yang sering di petuahi beliau seperti itu, mungkin setiap orang yang ada diruangan ini juga pernah mendapat petuah seperti itu.
Mengiring langkah ini bersama dengan ranjang beroda itu, menuju sebuah mobil ambulan yang bersiap mengantar tubuh beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Mata ini tak dapat menahan air yang ingin mengalir walau ditahan sekuat tenaga, coba mengadahkan kepala agar tak menetes.
Sesaat sebelum mobil ambulan memacu, saya sempatkan mengambil telepon genggam yang hanya menyisakan daya sedikit, untuk mengabari satu2 nya teman satu jurusan yang juga PPL di tempat saya PPL.

“sa, aku hari ini kada masuk, abahku “bulik” subuh tadi, mohon doanya haja lah J

Dan juga menyempatkan untuk memberi kabar di media sosial, sekedar untuk minta doa agar jalan beliau semakin dimudahkan.

Kandangan, 07.00 WITA

Sesampainya disana, semuanya telah bersiap, menyambut kedatangan sekaligus bersiap merelakan. Bendera hijau, tenda, kursi plastik yang tersusun rapi di halaman rumah, warga sekitar rumah, kerabat2, keluarga sudah datang,iya semuanya telah bersiap untuk merelakan.
Melangkahkan kaki ini turun dari mobil ambulan, orang2 seakan bergantian menepuk pundak saya, berisyarat bahwa saya saya harus sabar dan merelakan. Terimakasih J
Semakin menjelang siang semakin banyak yang datang, maaf saya tak sempat menghampiri mereka satu persatu, sempat menoleh sejenak di bahu jalan, terlihat mobil2 sudah parkir memadati sepanjang jalan, begitu banyak, iya banyak sekali, dalam hati berujar siapa beliau, hanya seorang yang berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia yang lebih dikenal sebagai guru olahraga. seiring berbagi cerita dengan orang2 yang datang, semakin tersadar bahwa banyak sekali kebaikan yang telah beliau lakukan selama hidupya, banyak sekali senyum yang beliau ciptakan untuk orang2 disekitarnya. Tercipta pertanyaan, “apakah nanti bila saya kembali, akan banyak orang yang datang seperti ini ?, apakah nanti bila saya kembali akan banyak orang yang menceritakan kebaikan saya seperti ini ? apakah nanti bila saya kembali, semuanya akan merelakan dan mengikhlaskan seperti ini ?” hanya pertanyaan yang jawabannya akan saya tau suatu saat nanti.

Kandangan 12.30 WITA

Semuanya telah bersiap mengantar beliau ke tempat tidur terakhir dan ternyaman. Mengiring beliau dengan doa sepenuh hati. Prosesi yang dilakukan seperti biasa, sampai tempat tidur ternyaman itu tertutup rapat, semuanya mengikhlaskan, semuanya merelakan, tepukan dipundak saya yang mengisyaratkan untuk sabar dan merelakan (lagi).

Orang2 datang tak henti2 dalam 3 hari setelah hari itu, 3 hari yang selalu diisi dengan berdoa dan berbagi cerita. Cerita yang sering terulang-ulang namun tetap mengasyikkan. Entah bagaimana bahagianya beliau sekarang melihat orang2 terdekatnya berkumpul di satu tempat, bersilaturmi, sesekali tersenyum, walau tawa lepas belum terdengar.

Sekarang

Kala sendiri benar sekali hati ini lirih, hati ini rindu, sesal yang tak kunjung reda, mengapa secepat ini, belum sempat membanggakan beliau sepenuhnya. Yang tersisa hingga kini hanyalah kerinduan, kerinduan yang mendalam, sangat dalam.

Tapi sekali lagi petuah2 beliau yang tidak membiarkan diri ini terpuruk.

Mungkin ini lah saatnya, saatnya memulai hidup, saatnya menciptakan kebaikan, saatnya menciptakan senyuman, menggantikan beliau dalam hidup yang tak tau akan berhenti kapan.

Terakhir,  beliau telah berhasil menjadi manusia yang sukses, menjadi manusia yang meninggalkan banyak hal untuk kehidupan, banyak hal untuk di lanjutkan, terima kasih banyak, dengan rindu yang tak akan pernah reda dan tak ada pernah obatnya ini, saya ucapkan


Terima Kasih Pah *senyum lebar*




A Talent with no Talent

opooo kabaareee blog...
akhirnyaaa...
finally....

rasa malas buat nulis bisa diatasi :D

okay udah lama gak mampir, dan ini udah jam 23.30 WITA, entah kenapa pengen nulis, mungkin ujar urang tu marga karajinan kah leh atawa kadida gawian kah ? hha

hari ini mau nulis dikit doang, tentang apa yang udah saya lakuin hari ini, okay dari awal ye...

tadi malam ketika saya sedang asyik bertamu ke rumah seorang teman, tiba2 hp doi(teman saya) bunyi, dan pembicaraan telpon itu terdengar menyebutkan nama saya, lha kok bisa, ternyata itu telpon dari seorang temannya teman saya yang kepingin ngajak saya untuk terlibat dalam karya mereka, kebetulan banget yang sekarang lagi nulis ini ada ditempat, what a coincidence man !!

singkat cerita, dan si yang punya ide karya tsb pun berniat untuk ngobrol langsung sama saya, okelah kita pun akhirnya bertemu dan ngobrolin project ini bareng2, project apakah itu ? ini adalah sebuah project film pendek yang bakal di submit ke Indonesia Short Film Festival, dan pesaingnya akan datang dari seluruh penjuru Negara Indonesia. mendengar hal itu saya langsung oke'in aja, berkesempatan untuk berkarya yang seperti ini ya jarang2 soalnya. satu hal yang terus menjadi pertanyaan di benak saya, saya ditawarin untuk jadi talent, atau salah satu pemain dalam project, "what the ?? me ?? opo ora salah cuk ??" padahal masih sangat banyak talent yang bisa banget direkrut untuk film mereka di kota ini, gak jauh2 temen2 satu band juga jauh lebih bagus dalam memainkan peran daripada saya. jadi ada semacam beban tersendiri karna udah dipercaya gini, tapi ya udahlah ya, pertimbangannya adalah saya akan dapat pengalaman ditambah lagi akan sangat banyak pelajaran yang didapat dalam pembuatan sebuah karya gambar bergerak dengan ikutnya saya di project ini. mereka sih sempet ngasih alasan kenapa milih saya, katanya sering ngeliat akun instagram saya dan juga channel youtube saya, okelah kalo gitu terimakasih saya haturkan untuk youtube dan instagram, kalian media sosial paling keren, manteb. pembicaraan pun akhirnya sampai ke bagaimana sistem kerjanya, mulai dari script sampai waktu dan lokasi syuting. 

dan perjuangan pun dimulai

Kandangan, 09.00 WITA
lokasi kali ini bertempat di lapangan lambung mangkurat dan ini screenshootnya


syting berlangsung hingga siang, dan berlangsung lancar, cuman ada ke moloran waktu seperti "biasa" hha, sebenernya ada satu tempat lagi yaitu di belakang kantor *lupa namanya*, yaitulah pokoknya :D

Bundaran Ketupat Kandangan (entahlah, nama sebenarnya atau bukan, tapi kita2 orang lokal sering nyebutnya gitu) 16.30 WITA 

setelah break siang kita lanjut lagi, dan ini hasil kudakannya


  proses syitung berlangsung hingga senja benar2 menjelang

Rumah Seorang Teman *lupa namanya* 19.00 WITA

semua udah pada kehabisan energi, para crew dan talent juga udah pada ngeluh dan berubah "bentuk" dikarenakan lapar yang menyeruak, tapi karna proses syuting ini kepingin deselesain dalam satu hari, ditambah lagi deadline juga udah deket banget, yaudeh dihajar terus aje. dan ini hasil gambar nang dipicik tumbul capturenya nya ulih nang lagi manulis nih.


dan proses syuting berakhir sekitaran jam 22.00 WITA , yoshaaa finally....

yaitulah sedikit cerita tentang apa yang baru aja saya lakuin hari ini :D

"gimana perasaanya maz??"
seneng sih pasti ya, banyak banget yang saya dapat dari pengalaman ini, bagaimana proses syuting itu berlangsung, bagaimana sistem kerja kamera, terus gimana penulisan script yang baik dan benar. ditambah lagi saya kenal teman2 baru yang juga sangat ramah dan sabar dalam menghadapi a talent with no talent kaya saya ini. dapat senyum2 baru lah pokoknya hari ini. menyenangkan :D

tapi dibalik perasaan senang itu semua, banyak banget sebenarnya hal2 yang mengusik pikiran saya dari dulu, disaat saya mutusin untuk keluar dari safe zone yang pernah ngejebak saya bertahun-tahun sebelumnya, iya hal itu contohnya seperti yang bilang saya "ciee yang sekarang artis, ciee yg artis instagram, cie yang artis youtube, cie yang musisi, cie yang terkenal". apaan sih !! risih, risih banget, bukannya gak menghargai dan mensyukuri apa yang udah terjadi dengan saya saat ini, tapi jujur saya gak pede banget dibilang gitu, beneran, konotasinya kaya saya jadi orang yang beda dari yang dulu gitu, padahal tetep sama, masih seorang pecundang yang mencoba untuk menang, seseorang yang lelah tapi berjuang untuk tidak kalah 
saya masih seorang introvert sejati yang paling bahagia pas berada sendiri di dalam kamarnya, mendengarkan lagu2 yang cuma dia dan beberapa temannya yang suka, yang masih mikir panjang kalo mau ngomong sesuatu biar gak bikin org sakit hati, orang yang sering diam dan asyik dengan khyalannya sendiri, orang yang masih malu nunujukkin karyanya ke temen2-nya, yang masih terlalu takut untuk di judge, iya masih sama gak jauh beda.

satu hal lagi

apa yang saya dapat belakangan ini, sama sekali bukan tentang hebat saya, tapi kalian, orang2 yang ada di sekitar saya, yang tiap senyumannya saya nantikan, kalian lah yang sebenernya hebat banget, dan tidak lupa semua ini tentunya berkat sang yang punya hidup, Allah SWT :)

bedanya, sekarang saya adalah  orang yang ingin memanfaatkan kesempatan yang dikasih oleh sang punya hidup, melakukan sesuatu selagi waktu masih ada, meninggalkan sesuatu untuk di ingat, saya cuma ingin jadi orang itu :')

dan juga jangan pernah sungkan untuk mengingatkan atau bahkan mencaci saya, apabila saya sudah jauh dari harapan kalian, sudah dibutakan oleh obsesi yang membius jiwa, jangan sungkan :')

terimakasih banyak :') 




udah yeee hahahah, baper banget ahahha

ohh iya, beberapa hari lagi  kita bakalan memasuki bulan ramadhan kan yak, nah saya sekalian mau minta maaf minta rela karena pasti banyak banget kesalahan saya pada kalian2 semua. maaf yak :)

yaudah segitu dulu, kueseeel awak ku rek.... ahaha, yaudah bye :D